Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kelas Nulis Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Nulis Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2020

Seputar Puisi Haiku

Mengenal Puisi HAIKU

Haiku Jepang aslinya terdiri atas 17 suara, yang  terbagi dalam tiga frase: 5 suara, 7 suara, dan 5 suara. Pujangga Inggris mengartikannya sebagai suku kata.



Haiku sendiri muncul di akhir era Muromachi, namun berkembang saat     memasuki zaman Kinsei (disebut juga sebagai zaman Pra Modern). 

Periode ini dimulai pada tahun 1602, yakni sejak Shogun Tokugawa Ieyasu yang  berdiri sebagai pemegang kepemerintahan Jepang memindahkan pusatnya ke Edo. 

Haiku bermula dari rongga sebuah puisi berpola 5-7-5 silabel (suku kata) yang   diciptakan untuk berbalas-balas bersama lawan main seperti pantun. 

Bagian pertama haiku yang terdiri dari 5 suku kata disebut dengan ‘shougo’ atau ‘kamigo’ (上五). 

Nakashichi adalah bagian tengah yang berjumlah tujuh suku kata (中七) dan ‘shimogo’ (下五)     merupakan bagian akhir yang terdiri dari lima suku kata. 

Pola 5-7-5 ini merupakan bentuk dasar haiku. Namun, ada juga haiku yang tidak mengikuti pola tersebut.

Haiku adalah puisi tentang alam, tentang keterkaitan manusia dengan musim dan lingkungan di sekitarnya.

Objeknya adalah tentang segala sesuatu yang ada di alam. 

Bisa itu tentang hewan, tumbuhan, sungai, laut, danau, rawa, gunung, bukit, hutan, bintang, bulan, matahari.

Manusia sebagai subjek dan sekaligus objek dalam haiku. Manusia pada satu sisi, dan alam pada sisi lainnya. 

Manusia tak dapat dilepaskan dari alam, manusia menikmati alam baik itu dari sisi keindahannya maupun dari 

Sisi manfaatnya bagi pemenuhan kebutuhan atau dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya.




Berikut adalah beberapa contoh Haiku dari pujangga atau penyair Jepang ternama.


Kyoshi
 
Shizukasa ya, hanasaki niwa no, haru no ame.
 
Betapa sunyinya, halaman berbunga, hujan musim semi.

 
Masaoka Shiki

Furusato ha, itoko no Ooshi, momo no hana.

Pada kotaku, anak-anak gembira, bunga pun mekar.

 
Basho
 
Furuike ya, kawazu tobikomu, mizu no oto.
 
Di kolam tua, seekor katak melompat, air pun pecah.


Kobayashi Issa
 
Yuki to kete, mura ippai no, kodo mo kana.

Salju mencair, desa pun penuh dengan, anak-anak.

''Haiku berhubungan dengan musim. Haiku berbicara tentang alam,'' kata Myoo Aoki (75), salah satu anggota komunitas Hannya, ketika memandu kami melihat-lihat pameran haiku sebelum menyaksikan aksi mereka membuat haiku.

Aoki mengatakan orang Jepang masa lalu sangat dekat dengan alam. Karena itu, haiku selalu terinspirasi oleh keindahan alam Jepang.

Langit cerah..
Awan pekat..
Bunga Camelia seakan ingin bicara.

Aoki membacakan haiku yang berkait musim semi dimana bunga-bunga mulai bermekaran seakan-akan ingin bicara.

''Sebuah haiga, lukisan dalam haiku, bisa menambah nilai sebuah haiku,'' kata Aoki yang awalnya menggeluti dunia lukisan sebelum mendalami haiku sejak 20 tahun.




Serba-serbi HAIKU

Tidak seperti puisi Barat, haiku umumnya tidak berima

Pujangga haiku kontemporer bisa saja menulis puisi yang hanya fragmen pendek dengan tiga kata atau kurang.

Haiku berasal dari kata "haikai no renga", puisi kelompok kolaboratif yang biasanya seratus bait panjangnya. Hokku, alias bait pertama, adalah kolaborasi renga yang mengindikasikan musim sekaligus mengandung kata pemotong. Haiku sebagai bentuk puisi mandiri melanjutkan tradisi ini.

Haiku disebut puisi "tidak selesai" karena tiap haiku meminta pembaca untuk menyelesaikannya sendiri dalam hatinya.

Minggu, 22 Desember 2019

20 Naskah Terpilih Antologi Puisi dan Flash Fiction Tema Ibu Bersama Milda Ini

Assalammualaikum. Wr. Wb.

Hai apa kabar teman Milda semua. Terima kasih ya sudah ikut audisi menulis antologi puisi dan flash fiction bertemakan Ibu. Beberapa waktu lalu.

Nah, bertepatan dengan hari ibu. Yang jatuh pada tanggal 22 Desember Ini. Akan diumumkan 20 Penulis atau Judul naskah baik puisi atau flash fiction yang lolos untuk dibukukan bersama.


Kali ini buku bertemakan Ibu ini akan in sha Allah diterbitkan bersama saya ( Milda Ini) sebagai karya buku di awal tahun 2020. 

Mohon do'a restunya ya. Agar semua proses penerbitannya nanti akan berjalan dengan sukses, lancar serta buku ini bermanfaat bagi pencerahan dan inspirasi bagi banyak orang.

Berikut nama-nama penulis yang terpilih. Beserta jenis tulisan, dan judulnya.

1. Puisi
Sepenggal Dialog(ku) Bersama Ibu
Penulis Ika Pasca Himawati

2. Puisi
Judul  : Puisi Untuk Ibu
Penulis : Razita Rossaliani Raudhatul Jannah

3. Puisi
Judul : Cahaya Suci
Penulis :Emilia Febrianti

4.Puisi
Judul :Bidadari
Penulis : Salsabila Camelia

5.Puisi
Judul : Samudra Cinta Malaikatku
Penulis : Eva Safitri

6. Flash Fiction
Judul : Sepiring Cinta Ibu
Penulis :Liza Mayasari

7. Flash fiction
Judul : Kaos Kaki Mama 
Penulis : Lutfi Marsha Putra

8. Flash Fiction
Judul :
Kertas  
Penulis : Maysara Muchtar

9. Flash Fiction
Judul : Malaikatku 
Penulis : Ratna Juita

10. Puisi
Judul :Ini Desembemu
Penulis :  Indah Kurniati

11. Puisi
Judul : Kebaikan  
Penulis : Zosmi Hartati

12. Puisi
Judul : Cinta Tak Berujung Waktu 
Penulis : Ayi Septriyana


13. Flash Fiction
Judul : Burung Pipit 
Penulis :Nurul hanifah 


14. Puisi
Judul :Balada seorang ibu  
Penulis : Darwin Susianto

15.Puisi
Judul : Ibu 
Penulis : Siti Rohimah 

16. Puisi
Judul : Puisi Tentang Ibu
Penulis : Reti Suryani

17. Flash Fiction
Judul : Kulihat ibu di Matanya
Penulis : Helen Saparingga

18. Puisi
Judul : Tentang Ibuku
Penulis : Nawra Izzah Muthmainnah

19. Flash Fiction
Judul : Ayunan Tua
Penulis : Asepto

20. Puisi
Judul : Surga Tak Tergantikan
Penulis : Efri Deplin

Kamu bisa juga melihat video berikut ini



Selamat ya. Kalian memang keren. 

BERIKUT CARA KONFIRMASI PESERTA.

1. Folow akun Instagram MILDA INI. 

2. Lalu DM atau kirim pesan yang berisikan konfirmasi kalo kalian terpilih.

Nanti akan dimasukan ke grup WA agar memudahkan untuk koordinasi dan komunikasi seputar proses penerbitan buku.

DITUNGGU KONFIRMASINYA HINGGA TANGGAL 25 DESEMBER 2019. Jika tidak ada konfirmasi, maka dianggap mengundurkan diri ya. Terima kasih.

Karena hal ini penting sebab ada beberjika nanti ada proses editing dan revisi sehingga memudahkan komunikasi serta membuat buku yang akan diterbitkan ini menjadi lebih maksimal.



Sekali lagi selamat, 
Salam literasi dan tetaplah menulis.