Halaman

Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2020

5 Alasan Nonton Film Dancing In the Rain

 5 Alasan Menonton Film Dancing In the Rain


Assalammualaikum.Wr.Wb


Hai sahabat Milda, bagaimana kabar kalian semua. Jangan lupa untuk selalu bahagia dan menciptakan kebahagian untuk diri sendiri dan keluarga. Salah satunya dengan nonton bersama. Banyak pilihan genre dan judul film yang bisa kamu tonton. Salah satunya kamu bisa ajak keluarga untuk nonton film Dancing In The Rain.


Film Dancing In The Rain



Film Dancing In The Rain ini genrenya drama, jadi asik dan seru jika ditonton bersama-sama. Film ini diproduksi oleh Screenply film yang memang sudah sangat teruji menghasilkan film-film bagus. Secara resmi, memang film ini dirilis sejak 18 Oktober 2018 lalu. Meski terbilang film lama, tidak masalah karena filmnya tidak terbatas ruang dan waktu. Tetap mengesankan ditonton sekarang bahkan di masa yang akan datang.



Ada beberapa alasan kenapa kamu sebaiknya nonton film Dancing in The Rain ini bersama dengan keluarga di rumah.  Kamu bisa menonton di aplikasi nonton, agar lebih nyaman dan leluasa. Salah satunya bisa nonton di aplikasi Vidio



5 Alasan Menonton Film Dancing In The Rain


1.Para Pemain yang OK 


Film ini diperankan oleh artis yang memang sudah beken di dunia akting. Ada Deva Mahendara yang berperan sebagai Radin, lalu ada Dimas Anggara yang berperan sebagai Banyu dan Bunga Zainal sebagai Kanara. Selain itu film ini juga didukung oleh pemain film perempuan senior Indonesia seperti Christine Hakim. Siapa yang tidak kenal dan tahu bagaimana Christine berakting. Ia selalu total dan mampu berperan dengan baik.



Film ini juga menghadirkan pemeran pendukung seperti Niniek L Karim (Eyang Widya, tetangga Eyang Uti), Djenar Maesa Ayu (Katrin, Ibu dari Radin), dan ketiga pemeran karakter utama versi anak-anak yaitu Gilang Olivier, Joshua Rundengan, serta Greesella Adhalia.



Pada Festival Film Bandung, Dimas Angga terpilih sebagai Pemeran Utama Pria Terpuji atas film Dancing In The Rain ini.


2.Sutradara dan penulis cerita ok


Film ini disutradarai oleh Rudy Aryanto dengan naskah yang ditulis oleh Tisa TS. Mereka berdua juga sudah banyak menghasilkan film yang bagus. Beberapa film karya Rudi lainnya , antara lain  Psikopat (2005), Surat Cinta untuk Starla the Movie (2017), The Perfect Husband (2018),The Way I Love You (2019),Kutuk (2019).



Sedangkan Tisa TS juga sudah menulis banyak film, di antaranya Di Sini Ada Setan (2004),Rantai Bumi (2006),Magic Hour (2015),London Love Story (2016),ILY from 38.000 FT (2016),Promise (2017),London Love Story 2 (2017),One Fine Day (2017),Surat Cinta Untuk Starla (2017),London Love Story 3 (2018),The Perfect Husband (2018),Dancing in the Rain (2018)


3.Jalan Cerita yang OK


Film Dancing in the Rain  menambah daftar film Indonesia yang bertemakan autisme. Sebelumnya, sempat ada film bertema sama seperti My Idiot Brother (2014) dan Malaikat Kecil (2015). 



Jalan cerita film ini mudah sekali dinikmati dan dicerna setiap penonton. Kita tidak perlu banyak berpikir saat menonton film ini. Film ini menceritakan kisah persahabatan Banyu yang mengalami autis namun cerdas. Diketahui bahwa Banyu sejak kecil diasuh dan dirawat oleh neneknya. Saat mulai masuk sekolah baru sang nenek mengetahui bahwa Banyu mengalami Spectrum Autis. Sampai akhirnya Banyu bertemu dengan Radin dan Kanara. 


Film Dancing in The Rain


Mereka menjalin persahabatan hingga mereka kuliah. Namun orang tua Radin, selalu menentang persahabatan tersebut. Ibunda Radin selalu beranggapan bahwa Banyu dan Kanara hanya memanfaatkan Radin untuk menjaga mereka berdua. Sebab ibunya beranggapan hanya Radin yang sehat dan normal.


Kondisi yang diceritakan di dalam film ini biasa dan pernah kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari. 


4. Pesan atau Amanat Film yang OK


Banyak sekali pesan atau amanat yang baik bisa kita temui di dalam film ini. Mengenai ketulusan persahabatan, keikhlasan dari Eyang yang dengan sabar menjaga dan merawat Banyu yang ditelantarkan oleh orang tuanya. 


Pelajaran tentang keberanian dan tanggung jawab yang diperlihatkan oleh Radin saaat menjaga sahabatnya. Bahkan ia tidak ingin jika sahabatnya mendapatkan kesusahan. 


Hikmah tentang rasa saling pengertian dan memahami satu sama lainnya, Radin sangat paham dan mengerti dengan kondisi Banyu. Apalagi jika ia sedang kambuh, seolah ia tahu bagaimana membuat Banyu tenang. Begitu juga dengan Banyu, ia sangat menyayangi Radin dan Kanara. Bahkan Banyu merasa sangat sedih ketika Radin sakit dan ia ingin memberikan jantungnya untuk Radin. Yang terkena serangan jantung dan butuh pendonor. 


Film dancing in the rain


5. Film yang OK Ditonton Siapa Saja


Film ini bisa ditonton oleh siapa saja, semua jenis umur. Laki-laki atau perempuan. Tua dan muda. Siapa saja boleh menonton film ini. Hampir tidak ada ada adegan orang dewasa sehingga aman juga jika ditonton oleh anak-anak. Meski ada sedikit adegan kekerasan. Namun, tidak terlalu vulgar.  Film ini juga bisa ditonton bersama keluarga dalam berbagai keadaan. Dengan menontn film ini semoga setiap anggota keluarga bisa meneladani sikap baik dan pesan di dalam filmnya.


Nah, buat kamu yang mau ngajak keluarga nonton bareng. Film ini bisa dijadikan rekomendasi loh. Kamu juga bisa nonton melalui aplikasi Vidio. Supaya lebih praktis dan nyaman.


Selamat Menonton ya! 


Senin, 09 November 2020

5 Makanan Korea Hits Terinspirasi dari Drama

 Assalammualaikum.Wr.Wb


Apa kabar sahabat Milda semua, semoga kita semua tetap sehat dan tetap jaga protokol kesehatan, jaga jarak, gunakan masker dan selalu mencuci tangan. Corona belum pergi yah, jadi kita semua harus patuh.


Selama di rumah saja, banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Misalnya mencoba berbagai resep masakan. Kita bisa mencoba berbagai resep tersebut dengan melihat tutorial memasak dari berbagai akun channel memasak di Youtube.




Inspirasi memasak bisa kita dapatkan dari berbagai cara, bisa dari postingan teman di media sosial,dari iklan di televisi, dari postingan blog dan bisa juga kita dapatkan dari menonton film atau drama. Ada banyak film atau drama yang juga mengulas atau memberikan informasi mengenai menu makanan tertentu. Hal ini membuat penonton ingin mencoba membeli, membuatnya sendiri. Pokoknya gara-gara nonton film atau drama tersebut, jadi ingin makan.


Kamu pasti pernah mengalami hal itu, iya kan!


Nah, kali ini saya mau berbagi beberapa menu makanan Korea yang terinpirasi dari drama Korea dan makanan itu seketika menjadi hits karena banyak yang membicarakannya, banyak yang ingin mencoba makannya. Bukan hanya Kimchi atau Ramyeon loh, ada yang lainnya juga.


5 Menu Makanan Korea Hits Terinspirasi 

Dari Drama


1.Myeokguk ( Sup Rumput Laut)


Instagram @hikari.kaxie


Kalo kamu nonton drama berjudul Hyde Jekyll Me, pada saat Ha Na ( Ha Ji Min) ulang tahun Seo Jin (Hyun Bin ) membuatkannya Sup Rumput Laut. Sup rumput laut sehat untuk tubuh karena mengandung vitamin K yang tinggi sehingga berguna terhadap percepatan proses pembekuan darah. Biasanya di Korea Selatan dimasak juga untuk yang berulang tahun.


2.Tteokbokki (Kue Beras)


Instagram @eultrafeast

Di berbagai drama Korea, kue beras hampir selalu muncul sebagai makanan yang biasa dimakan oleh para pemain di dalam drama tersebut. Kamu pasti Ingat, bagian drama saat Kim Sam Soon mengajak dan menyuapi Ji Hun Tteokbokki saat mereka resmi menyatakan pacaran di drama My Lovely Kim Sam Soon


3.Sundubu Jjigae ( Sup Tahu Pedas)


Instagram @havehalaltravel

Penonton drama Itaewon Class, salah satu menu favorit di restoran Dambam Park Sae Ro Yi. Dimana makanan berkuah pedas berbahan baku utama tahu ini banyak diminati oleh pengunjung restoran mereka. Menu Sundubu Jjigae juga menjadikan bisnis restoran mereka semakin berkembang.


4.Nurungji ( Kerak Nasi )


Instagram @yoonkyounglim


Dalam drama Crash Landing On You, Kalian pasti ingat saat Yoon Seri makan kerak beras saat berbicara dan meminta pertolongan anak buah Kapten Ri untuk membantu ia pulang ke Korea Selatan setelahnya ada adengan Seri dan Kapten sepedahan di tengah malam.


5.Maechurial Jangjorim ( Telur Puyuh Kecap)


Instagram @seleramakan


Di drama Its Okay Not To Be Okay, Ko Moon Young sangat doyan makan telur puyuh kecap. Bahkan saat ia berhari-hari tidak makan, telur puyuh kecap akhirnya yang membuatnya mau makan.


Nah, itu hanya beberapa menu makanan Korea yang mendadak hits setelah banyak orang melihatnya di drama. Banyak orang ingin mencoba makannya. Baik dengan membeli atau membuat sendiri.


Makanan Korea Hits
Beberapa rekomendasi Channel Youtube


Banyak juga yang akhirnya mencoba membuat sendiri di rumah, apalagi banyak waktu senggang di rumah. Jadi bisa mencoba membuat sendiri dengan mengikuti tutorial memasak di Youtube.


Supaya acara masak- memasak menajdi kian seru tanpa gangguan iklan di saat tengah memasak. Kamu harus mencoba menggunakan Youtube Premium. Dimana kamu akan bebas memonton tanpa ada gangguan iklan yang tanpa ampun.




Saat memasak, tentu saja akan repot jika melihat video tutorial yang dipenuhi dengan iklan. Keburu gosong nih gorengan, iya kan.


Ada banyak channel Youtube tentang masakan Korea ini, di antaranya adalah K-Makan, Mrs Cullinary, Oh Nino, Rosie dan lain sebagainya.


4 Langkah Menggunakan Youtube Premium


Buka akun Google Play Store di handphone kamu. Dan klik kiri atas, lalu cari "Metode Pembayaran".

Pilih "Tambahkan GoPay", yang nantinya mengarah ke keterangan persyaratan layanan, dan klik saja "lanjutkan". 

 Akan muncul "Hubungkan Google ke GoPay" dengan mencantumkan keterangan nomer handphone kamu. Klik saja "Lanjut".

Masukkan Pin. 

Sudah deh terpasang, selamat menikmati. Tinggal pilih mau beli apa pakai GoPay di Google Play.



Untuk bisa menggunakan Youtube Premium, caranya sangat mudah. Kamu bisa ikuti langkah berikut ini


1.Buka Aplikasi Youtube


2.Buka akun profile kamu, lalu pilih dan klik Dapatkan Youtube Premium.




3. Pilih GoPay sebagai metode pembayaran. Jika GoPay kamu belum terhubung dengan Google Play, pilih Add GoPay. Kamu juga bisa mengikuti langkah pembayaran selengkapnya di sini



4. Masukan PIN Kamu Lalu Konfirmasi Bayar


Selesai, sangat mudah kamu sudah mendapatkan Youtube Premium, dan bisa mengikuti tutorial masak makanan Korea dengan asik. Apalagi Gopay juga banyak promo dan cashbacknya jadi kamu bisa memanfaatkan promonya. Cek di sini ya. 




Beli aplikasi, langganan streaming, dan top up game di Google Play pakai GoPay cuma sekali klik langsung dari aplikasi. Ada cashback 75% hingga Rp15.000 dan cashback hingga Rp50.000 di bulan November  2020. Yuk buruan klik link di sini buat info lebih lanjut.




Kapan lagi, Yah sekarang dong buruan jadikan Youtube Mu Premium dengan Gopay.

Kamis, 19 Maret 2020

Beberapa Film yang Bisa Menjadi Tontonan Anak #dirumahaja


Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Bukan Review Film Keluarga Cemara. Jadi sesuai janji dengan anak-anak. hari jumat (03/01/2019) saya mengajak anak-anak untuk nonton film Keluarga Cemara di bioskop. Film ini sebelumnya sudah kami lihat trailernya, Meski agak kecewa dengan lagunya yang menampilkan penyanyinya yang saya sebut berpakaian tidak tepat alias seksi.

Apalagi, dia muncul pas ngomong di bait ini "Harta yang paling berharga"... duh, buyar deh lamunan saya tentang memori lagu dan film ini dulu.

Iya film Keluarga Cemara bukan film baru, melainkan film lama yang lagunya sudah sangat akrab bagi keluarga Indonesia.

Saya jadi agak gimana awalnya, mendengarkan lagunya jika melihat soudtrack videonya dan membayangkan itu adalah kondisi keluarga saya. Lebih baik membayangkan dan mendengarkan lagunya saja.

Saya, sempat bikin status di facebook, ternyata ada juga yang menyesali itu bisa terjadi. Tapi kemudian ada juga teman facebook saya yang menampilkan trailer film lainnya yang ada di youtube yang isinya lebih lebih keluarga deh.

Saya pun akhirnya lebih memutar link yang diberikan oleh teman saya tersebut, lebih family dan pas deh dengan pesan di lagunya.

Okelah, kita lupakan saja soal soundtrack lagu yang penyanyinya seksi itu....



Persiapan Menonton

Dari rumah, karena anak-anak masih libur sementara saya masih kerja. Jadi kami semua berangkat ke rumah nenek dulu. Setelah nge-drop anak-anak. Saya lanjut ke kantor dulu.

Sebab ini kamis, jadi saya sebenarnya ingin ngajak anak nonton di jam dua belas siang saja. Jadi habis shalat dzuhur langsung cuss ke Bioskop.

Rencana nonton di Mega Mall saja, selain dekat, juga dekat dengan pasar. jadi bisa langsung sekalian belanja. Soal harga tiket, juga lebih murah sih dari XXI . Jadi bisa buat tambahan beli snack dan minuman.

Jam setengah dua belas, saya menelpon ke Kakak Nawra, dia mengangkat cepat telepon dari saya dan siap dengan apa yang saya perintahkan, hihihi.

Saya meminta untuk dia menyiapkan dan mengkondisikan adik-adiknya untuk siap. Begitu saya datang, bisa cuuss berangkat.

Gak lama , saya sampai di rumah. Ngak jauh perjalanannya. Cuma dari Sawah Lebar ke Tengah Padang. Sekitar tiga kilo, dari lokasi tempat saya kerja menuju rumah neneknya anak-anak.

Begitu sampai di rumah . Eh, ternyata di depan saya dapati si Athifah dan Annasya masih asik bermain tanah, hahaha.

Saya, masuk ke dalam, eh ternyata si kakak, malah tertidur, hahaha. Ini pada mau nonton apa ngak sih.

Kok, ga ada yang siap. Saya memanggil anak-anak dan mengumpulkan mereka bertiga. Saya katakan bahwa kita akan menonton, jadi bersiaplah.

“Gimana ini jadi ngak kita nonton!” ucap saya agak sedikit keras seolah berteriak.

Mereka bertiga bergegas, membereskan mainan, merapikan rumah dan mengganti pakaian, serta menggunakan sepatu. Si Kakak, sudah selesai shalat dzuhur.

Saya melirik jam, hampir jam setengah satu. Duh, pasti filmnya sudah mulai dan belum lagi jalan ke sana, pasti banyak yang kepotong.

Saya lalu putuskan langsung, bahwa tidak jadi nonton!

Dengan alasan kalian tidak siap. Wajah anak-anak langsung berubah, kasihan juga melihatnya.

Gagal nonton, karena anak-anak tidak siap.

Saya istirahat sebentar, namun hati ngak tenang, soalnya tadi udah kadung ijin dari kantor.

Nah, terus sekarang malah leyeh-leyeh lagi. Kalo nonton di hari senin, belum tahu lagi gimana sikonnya.

Duh, jadi galau. Jam baru bergerak menuju angka satu siang.

Apa tetap nonton saja yah, saya pun mengecek kembali jam nonton. Ada di jam 14.20 yang paling dekat.

Nanti keluarnya jam setengah lima. Kalo mau shalat Ashar masih ada waktu, di Mall juga bisa shalat.
 
Kegiatan Anak selain belajar dan bermain 

Kesepakatan Dengan Anak Saat Menonton

Saya kumpulkan anak-anak kembali, kemudian saya beritahu rencana untuk jadi nonton. Selain soal waktu, saya membuat kesepakatan dengan anak-anak.

1. Kita hanya nonton di mall, tidak ada waktu untuk jalan-jalan , belanja, makan apalagi mampir ke permainan anak. Sebab waktunya mepet untuk shalat Ashar.
2. Nanti tidak membeli snack dan minuman di bioskop. Kita hanya nonton saja. Snack dan minuman akan kita bawa dari rumah
3. Tidak boleh berisik di bioskop
4. Harus menjadi anak yang tertib dan tidak merepotkan
5. Saat film selesai, maka sepakat untuk segera shalat ashar dan pulang

Semua anak-anak sepakat. Athifah yang berusia lima tahun , mencoba mengerti. Sedangkan Annasya yang baru akan berusia empat tahun di Mei 2020 ini, juga ikutan mengiyakan, seperti kedua kakaknya.

Berangkat Ke Bioskop.

Kami star nonton dari rumah Nenek, jadi mampir dulu ke warung sepupu saya. Untuk membeli makanan dan minuman. Saya membebaskan anak-anak untuk membeli makanan apa saja asal tidak bertentangan dengan kesehatan dan halal.

Mereka bertiga bersemangat sekali melihat dan memilih, jenis makanan apa saja yang akan dibeli. Hampir semua makanan dan minuman yang dipilih berjumlah tiga.

Iyah, supaya tidak saling rebutan dan tenang. Meski nanti kondisi bioskop gelap. Namun,tetap saja bakalan akan terjadi potensi keributan, jika tidak disamakan.

Ternyata banyak juga yang mereka beli, penuh dan berat juga tas saya, hihihi. Maklum, kami hanya membawa satu tas, anak-anak hanya membawa niat dan kemauan saja.

Sampai di Bioskop

Kami tiba, kondisi Bioskop sudah ramai, saya mengajak anak-anak untuk menepi. Saya beritahu kakak Nawra  untuk menjaga kedua adiknya. Saya membeli tiket.

Saya  tadinya ingin membeli tiket pakai aplikasi. Namun, karena belum di top up. Jadi batal. Beli empat tiket ini saya debet saja.

Empat tiket di bioskop 21 ini kena diharga seratus ribu. Artinya satu tiket seharga Rp. 25.000,- . Lumayan juga, kalo tadi milihnya ke XXI Cinema, kena di harga Rp. 30.000,-. Selain itu lokasinya lebih jauh dari rumah Nenek, jadi butuh waktu lebih lama lagi.

Fix, Kami Nonton Film Keluarga Cemara

Tidak lama menunggu, akhirnya pintu studio satu sudah dibuka. Kami pun menuju ke nomer kursi yang tertera di tiket. Barisan paling atas dan nomer yang paling ujung.

Kakak Nawra  memimpin mencari nomer kursinya. Dia menemukan terlebih dahulu, kami pun mengikuti. Anak-anak sudah duduk di kursinya masing-masing.

Sambil menunggu film diputar. Anak-anak menikmati berbagai iklan dan trailer filmnya sambil makan snack.

Ini, kayaknya snack ga akan bertahan sampai akhir film deh. Bakalan habis di tengah. Mereka bertiga balapan untuk menghabiskab snacknya, hihihi.
 
Boleh bermain tetapi tidak boleh ke luar halaman
Film Keluarga Cemara

Bagi saya film ini bagusa dan inspirasi. Bagus untuk ditonton oleh keluarga Indonesia. Apalagi bagi yang sudah menikah dan mempunyai anak.

Dalam film ini, orang tua secara nggak langsung diajarkan untuk sabar menghadapi anak-anak. Mengajarkan untuk memenej amarah saat ada anggota keluarga yang bermasalah. Saat anak-anak tidak berjalan seperti apa yang diinginkan oleh orang tua.

Film ini juga mengajarkan kepada anak bagaimana bersikap terhadap orang tua dan saudaranya. Bagaimana ia belajar memahami dan mengerti mengenai kondisi keluarga dan orang tuanya.

Nah, itu cerita kami dulu sewaktu menonton Film Keluarga Cemara, saat tayang di bioskop.

Film Keluarga Cemara Tontonan Anak di Rumah Aja

Setelah nonton ini, anak-anak sangat terkesan dengan filmnya. Sampai akhirnya ada copian film tersebut, mohon maaf kalo ini jadinya nonton film bajakan.

Film Keluarga Cemara, sering diputar oleh anak-anak untuk ditonton kembali, padahal sudah ditonton berulang-ulang.

Anak-anak mana ada kata bosan, kalo suka diputar berulang kali, bahkan sampai hapal setiap adegan dan cuplikannya.

Kemudian anak-anak juga pandai dan cepat meniru setiap apa yang ia lihat. Begitu juga dengan Athifah dan Annasya, selama instruksi untuk belajar dari rumah, stay at home karena merebaknya kasus Covid 19. Film Keluarga Cemara menjadi salah satu film yang sering ditonton dan menjadi hiburan buat mereka.

Di pagi hingga menjelang siang anak-anak belajar seperti layaknya ia bersekolah, setetelah semua selesai atau setelah jamnya pas ketika pulang sekolah seperti biasa.

Anak-anak baru lanjut main, nonton Tv , bermain laptop dan lain sebagainya. Termasuk nonton film Keluarga Cemara.

Berikut, beberapa film yang bisa ditonton anak di rumah aja

Jadi selama liburan ini, untuk hiburan anak-anak, Athifah sering nonton film Keluarga Cemara dan film anak-anak lainnya. Seperti Aku Ingin Ibu Pulang, Kulari Ke Pantai, Frozen, Baby Boss, Cinderella dan lain sebagainya.

Selain ada film serial kartun Nusa, Upin Ipin, Tiva, Marsya dan lain sebagainya yang bisa ditonton melalui channel Tv

Media menonton ini disesuaikan saja, sebaiknya sih tidak menonton dari smartphone. 

Nah, kalo kamu , bagaimana? Anak-anak melakukan aktivitas apas aja selama berada di rumah aja. Yuk, berbagi informasi.